Microsoft
merasa bertanggung jawab
atas aksi pembobolan ke
beberapa akun Gmail aktivis
kemanusiaan di China yang
dituding dikarenakan adanya
celah dalam browser Internet
Explorer (IE) Microsoft.
Rasa tanggung jawab tersebut
kemudian diatasi Microsoft
dengan rencana memodifikasi
ulang (patch) program IE.
Sejatinya, menurut pihak
Microsoft, rencana mem-patch
IE telah ada dalam beberapa
bulan ke depan, namun aksi
hacker dan ancaman
pemblokiran IE di beberapa
negara membuat Microsoft
harus melakukannya dalam
waktu secepat mungkin.
Sebelumnya, dua negara,
Prancis dan Jerman telah
menyerukan untuk
menghindari penggunaan IE
sebagai browser karena
dianggap tidak aman dan
rentan dijadikan sebagai media
pembobolan oleh hacker.
Dilansir melalui BBC News,
Kamis (21/1/2010), Microsoft
menyatakan akan menanggapi
dengan serius permasalahan
keamanan di IE, bahkan mereka
mengaku akan bekerja dengan
keras melakukan patch IE
secepatnya, meskipun yang
menjadi perhatian hanya IE 6.
Rujukan untuk tidak
menggunakan browser IE di
Jerman dan Prancis muncul
setelah ramai pemberitaan
terkait serangan akun email
yang menimpa para aktivis
HAM di China pekan lalu.
Inggris mengakui dengan
adanya contoh tersebut, IE
sangat rentan dibobol. Namun
Inggris boleh dibilang cukup
santai menghadapi isu ini.
Sebaliknya, Jerman dan Prancis
langsung bereaksi keras
menanggapi ini dengan
mengeluarkan kebijakan baru
mereka.
Kepala bidang keamanan dan
privasi Microsoft Inggris Cliff
Evans menilai bahwa reaksi
Jerman dan Prancis tersebut
terlalu berlebihan. Sebagai
solusinya, Evans menyarankan
agar mereka yang masih
menggunakan IE versi 6 agar
mengupgradenya ke IE 8.
Menurutnya IE versi terbaru
lebih aman dan tahan terhadap
serangan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment